4 Contoh Waste Management Terbaik dari Berbagai Negara

4 Contoh Waste Management Terbaik dari Berbagai Negara

Waste management merupakan salah satu isu yang perlu diperhatikan di Indonesia. Jumlah sampah yang besar di Indonesia disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat tetapi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap sampah, ditambah lagi regulasi pengelolaan sampah yang belum maksimal. Berikut pengelolaan sampah dari berbagai negara yang dapat dijadikan gambaran terbaik.

1. Swedia

Swedia adalah salah satu negara teladan dalam pengelolaan sampah. Negara ini memiliki sistem pengelolaan sampah yang canggih. Swedia menggunakan konsep Waste to Energy (WTE) untuk menerapkan pengelolaan sampah. Sesuai dengan namanya, sampah dan limbah akan dikelola menjadi energi.

Limbah rumah tangga akan diolah dengan proses pembakaran. Uap bersuhu tinggi yang dihasilkan dalam proses tersebut digunakan untuk pembangkit listrik dan didistribusikan ke rumah-rumah penduduk setempat. Sebagai acuan, energi listrik dari pengelolaan limbah tersebut mampu memenuhi kebutuhan listrik 950.000 rumah tangga di seluruh Swedia.

2. Jepang

Negeri matahari terbit ini terkenal dengan budaya bersih termasuk juga pengelolaan sampahnya. Aturan membuang sampah sembarangan di Jepang terbilang sangat ketat. Pelanggar Undang-Undang Pengelolaan Sampah di Jepang akan dihukum penjara hingga 5 tahun atau denda 500.000 yen.

Negara ini melakukan pemisahan kategori sampah menjadi empat jenis yaitu sampah mudah terbakar, sampah tidak mudah terbakar, sampah botol atau kaleng, dan sampah berukuran besar. Setiap kategori sampah akan dijemput oleh petugas kebersihan sesuai jadwal.

3. Jerman

Jerman memiliki predikat sebagai salah satu negara pengelolaan sampah terbaik. Negara ini membagi sampah menjadi beberapa jenis. Tempat sampah di sekitar negara ini dibedakan berdasarkan warna. Warna coklat untuk sisa makanan, warna biru untuk kertas dan karton, sampah rumah tangga berwarna hitam, dan sampah kemasan plastik berwarna kuning.

Selain itu, warga Jerman wajib memisahkan limbah botol kaca dan baterai habis pakai. Sampah akan dikumpulkan pada jam kerja, dari pagi hingga sore. Jika ada kesalahan dalam pendistribusian sampah, petugas tidak akan mengambilnya. Pemilik sampah kemudian akan diberi peringatan oleh petugas kebersihan setempat.

4. China

China menyumbang sampah terbanyak di dunia. Menyadari urgensi pengelolaan sampah nasional, China mulai memberlakukan peraturan untuk meningkatkan daur ulang dan mengurangi berbagai macam limbah nasional. Mereka juga sudah melakukan pemberhentian impor sampah sejak tahun 2017.

China berpartisipasi sebesar 25% dari sampah dunia dan sebagian besar adalah sisa makanan. Kini China menggalakkan kebijakan kampanye piring bersih dengan memberlakukan warga negara harus makan secukupnya tanpa menyia-nyiakan makanan. Selain itu, mereka sudah memberlakukan pemisahan empat kategori sampah.

Keberhasilan waste management dari berbagai negara bisa dijadikan contoh. Di sini, bukan hanya peran pemerintah yang penting, tetapi peran seluruh elemen masyarakat. Setiap masyarakat bisa belajar banyak dan mengimplementasikannya dari hal sederhana seperti disiplin membuang sampah di tempatnya atau mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.